HASIL
PENGAMATAN PRAKTIKUM BIOLOGI


NAMA
ANGGOTA :
·
CECEP CHANDRA
·
NUR HASANAH
·
ASSYIFA NUR RAHMA
·
NURAINI HERLIANA HARIYANTO
·
BEBEN WIJAYA
·
RHOKIYAH
· PRAKTIKUM
OSMOSIS DAN DIFUSI
BAB
1 (PENDAHULUAN)
A. Latar
belakang
v Untuk
mengetahui perkembangan sel yang ada di kentang dan cangkang telur
v Untuk
mengetahui hasil dari pengamatan dari kentang dan cangkang telur
B. Tujuan
praktikum
v Dapat
mengetahui praktikum osmosis dan difusi dari kentang dan cangkang telur
v Dapat
mengetahui hasil dari pengamatan osmosis dan difusi dari kentang dan cangkang
telur
v Dapat
mengetahui secara langsung terjadinya sel
BAB 2 (LANDASAN
TEORI)
Penemu-Penemu Teori Sel
1. Robert Hooke => Penemu sel-sel
mati
Mengamati sayatan gabusan (Quercus Suber) dengan mikroskop dan tampak berupa petak-petak kecil yang tersusun seperti sarang lebah kemudian disebutnya sebagai sel.
Mengamati sayatan gabusan (Quercus Suber) dengan mikroskop dan tampak berupa petak-petak kecil yang tersusun seperti sarang lebah kemudian disebutnya sebagai sel.
2. Gregor Mendel (1822)
Disimpulkan bahwa “sel merupakan satuan hereditas makhluk hidup“
Disimpulkan bahwa “sel merupakan satuan hereditas makhluk hidup“
3. Mathios Schleiden dan Theodore
Schwann (1830)
Disimpilkan bahwa “sel merupakan satuan struktural makhluk hidup“
Disimpilkan bahwa “sel merupakan satuan struktural makhluk hidup“
4. Robert Brown (1831)
Menemukan adanya benda kecil yang melayang dalam protoplasma pada tanaman anggrek dan disebut sebagai inti sel (nukleas) yang merupakan bagian penting dalam mengatur segala aktivitas dalam sel.
Menemukan adanya benda kecil yang melayang dalam protoplasma pada tanaman anggrek dan disebut sebagai inti sel (nukleas) yang merupakan bagian penting dalam mengatur segala aktivitas dalam sel.
5. Felix Dujardin (1835)
Bagian Penting dalam sel adalah cairan yang terdapat di dalam isi sel (sitoplasma)
Bagian Penting dalam sel adalah cairan yang terdapat di dalam isi sel (sitoplasma)
6. Rudolf Vichof (1858)
Menyatakan bahwa sel berasal dari pembelahan sel yang sudah ada, (sel berasal dari sel juga = Omnis Cellula Cellula).
Menyatakan bahwa sel berasal dari pembelahan sel yang sudah ada, (sel berasal dari sel juga = Omnis Cellula Cellula).
7. Johane Purkinje (1869)
Menyebut cairan dalam sel sebagai protoplasma yang meripakan ciri kehidupan.
Menyebut cairan dalam sel sebagai protoplasma yang meripakan ciri kehidupan.
8. Max Schultze (1874)
Menyimpulkan bahwa “Sel merupakan satuan fungsional makhluk hidup yang terpenting”
Menyimpulkan bahwa “Sel merupakan satuan fungsional makhluk hidup yang terpenting”
CAKRAWALA ILMU
ü
Sel
adalah bagian yang paling terkecil dari makhluk hidup.
ü
Sel
ada pada tumbuhan , hewan dan manusia
ü
Jika
sel berkumpul akan membentuk jaringan
ü
Jaringan
adalah kumpulan dari beberapa sel
ü
Organ
adalah kumpulan dari beberapa jaringan
ü
System
organ adalah kumpulan dari beberapa organ
ü
Organism
adalah kumpulan dari system organ
ü
Sel=>jaringan=>organ=>system=>system
organ=>organism
ü
Senyawa
kimia penyusun sel disebut protoplasma
ü
Protoplasma
terdiri dari air dan memiliki struktur berbentuk protein
ü
Senyawa
organic dalam protoplasma yaitu karbohidrat lemak protein dan asam nukleat
ü
Struktur
sel terdiri atas :
a.
Membran
sel adalah bagian paling luar (kulit)
Fungsi :
i.
Sebagai
pelindung dari kuman
ii.
Sebagai
pertukaran zat
iii.
Sebagai
penerima rangsang
b.
Inti
sel(nucleus) adalah organel terbesar dalam semua sel eukariotik
Fungsi:
i.
Sebagai
pengatur pengendali sel
c.
Sitoplasma
adalah cairan yang mengisi semua bagian dari sel
ü
Organel
sitoplasma:
a)
Reticulum
endoplasma
b)
Ribosom
c)
Komplek
golgi
d)
Lisosom
e)
Mitokondria
f)
Sentriol
g)
Microtubules
h)
Microfilamen
i)
Dinding
sel
j)
Vakuola
k)
Badan
micro
l)
plastida
BAB
3 (METODE PENELITIAN)
a. Tempat
dan waktu praktikum
v Di
kelas 11 , jam 09.05
b. Alat
dan bahan praktikum :
v Air
gula
v Air
garam
v Cangkang
telur (yang sudah di bersihkan) 2 buah
v Gelas
plastic 4 buah
v Kentang
bentuk dadu ukuran 2 x 2 x 2cm 2 buah
c. Cara
kerja
v Isi
2 buah gelas dengan air biasa
v Isi
cangkang telur dengan air gula (setangah volume cangkang) kemudian letakkan di
dalam gelas yang berisi air biasa
v Isi
cangkang telur dengan air garam (setengah volume cangkang) kemudian letakkan di
dalam gelas yang berisi air biasa
v Isi
gelas plastic ketiga dengan air gula kemudian masukkan satu potong kentang
v Isi
gelas plastic keempat dengan air garam kemudian masukkan satu potong kentang
v Amati
perubahan pada masing-masing objek ! hal yang harus diamati:
a) Posisi
cangkang telur (mengapung, melayang atau tenggelam)
b) Kondisi
air (menggelembung atau tidak )
c) Kondisi
kentang (membesar,mengecil atau terjadi perubahan lainnya)
BAB
4 (PEMBAHASAN)
A. Hasil
praktikum
|
Bahan
|
Hasil pengamatan
|
||
|
waktu
|
Gula
|
Garam
|
|
|
kentang
|
awal
|
melayang
|
melayang
|
|
10 menit
|
mengapung
|
mengapung
|
|
|
30 menit
|
mengapung
|
mengapung
|
|
|
45 menit
|
tenggelam
|
tenggelam
|
|
|
cangkang telur
|
10 menit
|
mengapung
|
mengapung
|
|
30 menit
|
mengapung
|
mengapung
|
|
|
45 menit
|
mengapung
|
mengapung
|
|
B. Analisis
data
Kentang => garam
Awal => melayang
10 menit => kentang
yang di masukkan ke dalam air garam sedikit demi sedikit tenggelam ke bawah
permukaan air
30 menit => kondisi
kentang berubah warna menjadi pucat sedikit demi sedikit lebih pudar dan
kemudian memutih , volume air berkurang
45 menit => kondisi
kentang mengalami perubahan bentuk menjadi lebih kecil dari ukuran sebelumnya ,
warna semakin pudar (pucat) di bawahnya terdapat endapan berbentuk lumut
Kentang => gula
Awal => melayang
10 menit => kentang
yang sudah di masukkan ke dalam air gula sama sekali tidak menunjukan perubahan
30 menit => kentang
mulai mengeluarkan gelembung kecil di bawah permukaan kentang
45 menit => mengalami
perubahan bentuk menjadi lebih kecil dari ukuran sebelumnya , warna ssemakin
pudar (pucat) di bawahnya terdapat endapan berbentuk lumut
Cangkang telur => gula
Awal => mengapung
10 menit => masih
mengapung dan belum ada gelembung
30 menit => masih
mengapung dan kondisi air mulai bertambah
45 menit => air gula
menyusut cangkang telur mulai tenggelam
Cangkang telur => garam
Awal => mengapung
10 menit => mengapung
jumlah volume air bertambah
30 menit => mulai
sedikit mengeluarkan gelembung di bawah cangkang telur
45 menit => kondisi
air mengeluarkan gelembung.
BAB 5 (PENUTUP)
A. Kesimpulan
v Pada
akhirnya kentang yang direndam dalam larutan air gula dan garam akan tenggelam
v Dan
pada akhirnya cangkang telur yang di isikan air garam dan telur tetap mengapung
B. Saran
v Lebih
sering lagi dalam praktik
v Lebih
menghemat waktu agar tidak ada waktu yang terbuang
v Di
tingkatkan lagi dalam praktikumnya agar lebih baik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar